Pembahasan Seputar Kain Wol (Jangan Dilewatkan)

Kain wol merupakan salah satu serat kain yang terdiri dari bulu domba, bulu kelinci dan hewan tertentu yang memiliki tekstur bulu yang halus dan tebal. Sifat dari bulu domba ini sangat unik cocok digunakan sebagai bahan produksi tekstil.

Pemanfaatan bulu domba dalam pembuatan bahan tekstil sudah dilakukan sejak tahun 8000 sebelum masehi. Pada zaman dahulu, bahan wol itu sendiri bisa digunakan sebagai bahan tekstil dan juga bisa digunakan sebagai bahan tenun atau rajut.

Sementara kain wol adalah jenis kain yang terbuat dari bahan wol yang sudah diolah hingga menjadi kain dengan cara penenunan atau dirajut. Berikut adalah karakteristik dari kain wol yang harus kalian ketahui.

Sifat Bahan Kain Wol

karakteristik kain wol
foto oleh: http://m.id.bestlace.net/
  • Selalu terjaga kelembabanya
  • Kain terlihat jatuh
  • Tahan api
  • Awet
  • Fleksibel
  • Higroskopis – rongga kain sangat nyaman
  • Tahan kerutan
  • Alami
  • Sangat lembut dan halus
  • Sangat mewah

Kain wol yang baik adalah kain wol dengan kandungan 85% bahan wol dan 15% bahan campuran atau ini sering disebut dengan bahan wol dengan komposisi terbaik dan sering disebut wol 100%.

Kain Wol Campuran

Dikarenakan kapasitas bahan wol murni dipasaran, harga bahan wol menjadi mahal dan membuat bahan baku tekstil mengkombinasikan antara bahan wol dengan serat yang lain.

Manfaat dari mengkombinasikan bahan wol dengan bahan lain adalah untuk membuat wol dengan harga yang relatif lebih murah dan juga menambah kualitas dari wol itu sendiri.

Berikut ini adalah karakteristik wol campuran dari berbagai jenis serat:

  • Wol dengan Kapas

Bahan wol yang terkenal dengan sifatnya yang hangat, tidak mudah kusut, tahan lama dan jatuh bahan yang bagus. Sementara bahan katun memiliki kelebihan bisa menambah bahan bakar dan mengurangi biaya produksi jadi bahan ini dicampurkan, maka akan menghasilkan bahan yang memiliki daya serap udara yang sangat tinggi, nyaman digunakan, tahan lama, dan juga memiliki rabaan yang baik.

  • Wol dengan Linen

Sebenarnya bahan linen ini tidak banyak digunakan sebagai bahan kombinasi wol. Namun, serat wol dan serat linen yang digabungkan, maka akan menghasilkan bahan yang lebih kuat dan menghasilkan bahan yang lebih baik karena mengandung bahan campuran.

  • Wol dengan Sutra

Jika kedua bahan ini digabungkan, maka akan menghasilkan bahan yang memiliki kilau yang lembut, ringan, tidak mudah kusut, tahan lama dan jatuh bahan menjadi lebih baik.

  • Wol dengan Tiasetat

Triasetat merupakan bahan yaitu bahan tidak mudah kusut dan lebih mudah dibentuk. Sementara bahan wol memiliki keunggulan namun memiliki daya serap udara yang cukup tinggi dan kuat. Namun jika bahan kedua ini dicampurkan, kain dari campuran kedua tidak akan sehangat bahan wol murni.

  • Wol dengan Nilon

Kombinasi bahan wol dengan bahan nilon akan menghasilkan jenis bahan yang memiliki berat yang lumayan ringan, kuat, hangat dan elastis.

  • Wol dengan Polyester

Jika bahan wol dikombinasikan dengan bahan polyester maka akan menghasilkan jenis bahan yang tidak mudah kusut membuat hasil lipatan tidak membekas dan jatuh bahan menjadi lebih baik.

  • Wol dengan Orlon Akrilik

Jika kalian mengkombinasikan antara bahan wol dengan bahan orlon akrilik dengan berpartisipasi 60% orlon akrilik dan 40% wol akan menghasilkan bahan menjadi mudah kusut, lipatan bisa kembali kebentuk semula, mudah digunakan dan sangat kuat.

  • Wol dengan Zefron Akrilik

Kombinasi antara bahan wol dan zefron akrilik dengan kombinasi 50% bahan wol dan 50% bahan zefron akrilik akan membuat bahan-bahan menjadi tidak mudah kusut, dimensi bahan tetap baik yang melibatkan bahan, tidak menyusut atau mengkerut, hangat, nyaman digunakan dan tahan lama.

Pembuatan Kain Wol

Proses pertama yang dilakukan untuk membuat kain wol adalah pencukuran bulu diomba sebelumnya. Pencukurang terhadap bulu domba dilakukan secara rutin selama satu tahun sekali.

Setelah proses pencukuran dilakukan, kemudian wol dicuci untuk menghilangkan bau szerta kotoran yang menempel pada bahan wol tersebut.

Setelah bahan wol dicuci dan dibersihkan, bahan wol sudah bisa diberi warna sesuai dengan ketentuan yang telah ada.

Lakukanlah serangkaian proses roll sebelum melakukan proses carding. Langikah selanjutnya adalah proses roving. Untuk bahan tenun benang wol dibuat sangat halus. Sedangkan untuk bahan rajut, wol dibuat lebih tebal.

Perawatan Pakaian dari Bahan Wol

Sebenarnya perawatan pakaian dari bahan wol tidaklah sulit. Yang perlu diperhatikan dalam perawatannya adalah proses pencucian, proses penyetrikaan, dan proses penyimpanan.

Cara Mencuci Pakaian Wol

  1. Mencuci dengan Tangan

Isi ember dengan air hangat, kemudian kemudian tambahkan detergen khusus untuk bahan sensitive. Periksa label pakaian untuk menentukan jumlah detergen yang harus dituangkan.

  1. Siapkan Air Serta Detergen Khusus

Masukkan pakaian kedalam ember yang berisi air dan sabun kemudian rendam seluruhnya. Gunakan tangan untuk mengaduk pakaian dalam ember sampai benar-benar merata.

  1. Rendam Pakaian

Setelah mengaduk pakaian sampai rata, diamkan pakaian selama kurang lebih sepuluh menit.

  1. Angkat Pakaian dan Peras

Setelah pakaian direndam selama sepuluh menit, angkat pakaian lalu peras untuk mengeluarkan kelebihan air.

  1. Buang Air Dalam Ember Kemudian Isi Kembali.

Buang air kotor yang ada didalam ember kemudian ganti dengan air baru yang masih bersih untuk membilas pakaian.

  1. Aduk Pakaian didalam Air Bersih

Masukkan pakaian kedalam ember yang berisi air bersih kemudian putar-putar. Hal ini bertujuan untuk membersihkan sisa sabun  yang menempel didalam kain wol.

  1. Ulangi Pembilasan Jika diperlukan

Jika air masih terlihat mengeluarkan gelembung, maka bisa dipastikan bahwa pakaian kalian belum bersihi dari sisa detergen. Ulangi proses pembhilasan sampai baju benar-benar bersih dari sisa detergen.

Untuk pencucian bisa dilakukan dengan menggunakan tangan atau bahkan dengan menggunakan mesin cuci. Yang harus diperhatikan adalah jangan mengerikan wol dengan mesin dryer.

Dan jika kalian mencuci menggunakan tangan, jangan meremas pakaian secara kasar lakukan secara perlahan dan keringkan ditempat yang datar. Jangan menjemur wol dengan menggunakan hanger.

Sebisa mungkin jemurlah pakaian dengan posisi bahan dalam mengarah keluar atau dalam posisi terbalikdan menghadap langsung ke sinar matahari supaya cepat kering.

  • Cara Menyetrika Pakaian dari Kain Wol

Pastikan disetrikaan ada setingan husus untuk bahan wol. Jika ada detail seperti pleats, lapisi baju dengan menggunakan sapu tangan untuk menghindari bahan menjadi mengkilat. Atau bisa dengan membalikan baju dengan bagian dalam mengarah keluar.

  • Cara Menyimpan Pakaian dari Kain Wol

Untuk penyimpanan bahan wol sebenarnya sangat mudah. Yaitu simpanlah bahan wol ditempat yang kering.

Trend Penggunaan Kain Wol Untuk Busana Muslim

Tren fashion muslim diindonesia semakin modern. Tak hanya memperhatikan soal desain saja. Kini aspek kenyamanan dalam memilih kain semakin dikedepankan. Wol merupakan bahan pakaian yang alami, sehingga dapat menginspirasi desainer muslimah untuk merancang pakaian yang ramah lingkungan.

Kain yang terbuat dari bulu domba ini sangat mudah terurai secara hayati karena terbuat dari bulu asli dan menjadikan kualitas bahan wol menjadi sangat baik. Disamping itu, kain wol juga terkenal sebagai bahan pakaian yag elastis, hangan dan juga menyerap keringat sehingga cocok digunakan untuk pembuatan busana yang modis.

Meskipun pada awalnya kain wol ini hanya dijual dinegara 4 musim, tetapi kini kain wol sudah banyak tersedia dinegara tropis karena banyak desainer busana muslim yang berminat mengolahnya menjadi produk fashion.

•••••

Itulah sedikit penjelasan tentang kain wol. mudah-bisa membantu untuk semua orang. Jika kalian ingin membuat. jika kalian ingin membuat pakaian dari bahan wol, kalian bisa mengunjungi konveksi kaos solo.

3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *