Kisah Islami yang Sangat Mengisnpirasi

Selagi manusia belum punah, akan selalu ada kisah ( kisah islami ) yang akan diceritalkan kembali untuk diampil pelajrannya. Nasihat yang tersembunyi dapat  dijadikan bekal untuk hidup, sekaligus untuk bekal memperbaiki diri kearah yang lebih baik lagi.

Allah SWT selalu mempunyai cara tersendiri untuk menuntun hamba-Nya ke jalan yang diridoi-Nya. Karena semua yang terjadi tidak lepas dari kehendak-Nya. Dari sekian banyak kisah, ada beberapa kisah inspirasi islami yang bisa kallian jadikan sebagai pelahjaran hidup.

Rosulullah Menangis Mendengar Kisah Pemuda Islami Ini

Pada zaman Rosulullah SAW. terdapat kisah seorang pemuda islami yang bernama Abu Dujanah. Setiap setelah melaksanakan shalat shubuh berjamaah, Abu Dujanah selalu terburu-buru untuk pulang lebih awal.

Suatu saat, Rosulullah SAW mendapati Abu Dujanah. Kemudian Rosulullah SAW pun meminta penjelasan dari Abu Dujanah mengenai perbuatannya pada setiap selesai shalat berjamaah shubuh.”

Rosulullah SAW: “Hai Abu Dujanah, apakah kamu tidak pernah berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah SWT, kenapa kamu tidak menungguku selesai shalat? kenapa kamu selalu terlihat buru-buru?”

Abu Dujanah: “Maaf Rosulullah SAW, sebenarnya kami mempunyai satu alasan.”

Rosulullah SAW: “Ada apa denganmu wahai Abu Dujanah? Coba kamu ceritakan”

Abu Dujanah: “Begini wahai Rosulullah SAW. Rumah saya berdampingan persis dengan rumah seorang laki-laki. Naaah diatas pekarangan rumah tetangga kami ini terdapat pohon kurma yang dahannya menjuntai kerumah saya. Jika setiap malam ada angin, maka kurma tersebut akan berjatuhan ke rumah saya.”

“Ya Rosulullah SAW, saya adalah orang yang miskin, anakku sering kelaparan, kami sering kekurangan makanan. Saat anak-anakku bangun, apapun yang didapat, mereka makan.

Oleh karena itu setelah selesai shalat, saya selalu bergegas pulang sebelum anak-anak kami terbangun lalu memakannya. Saya kumpulkan kurma-kurma yang berceceran didalam rumah kemudian saya kembalikan kepada pemiliknya.

Suatu saat saya pernah terlambat pulang, dan saya sendiri menyaksikan anak saya sedang memakan kurma-kurma yang berjatuhan kedalam rumah kami”

Mengetahui hal tersebut, saya langsung memasukkan jari-jari tanganku kedalam mulut mereka, saya keluarkan semua yang ada didalam mulut mereka. “Nak janganlah kamu permalukan ayahmu diakhirat kelak. Anakkupun menangis, mereka menangis karena sangat kelaparan.

Ya Rosulullah SAW. saya katakan kepada mereka. “Hingga nyawa kalian terlepaspun, saya tidak akan rela meninggalkan  ada harta yang haram dalam perutmu. Semua isi perut yang haram itu akan saya keluarkan  dan akan saya kembalikan bersama kurma-kurma yang lain kepada pemiliknya.”

Mata Rosulullah SAW sontak berkaca-kaca, hingga pada airnya, Beliau meneteskan air mata yang Mulianya.

Setelah mendengar semua kisah yang dialami oleh Abu Dujanah, sontak Rosulullahpun mencari tahu siapa pemilik pohon kurma yang dimaksud oleh Abu Dujanah, dan ternyata pemilik kurma itu adalah seorang laki-laki munafik.

Tanpa basa-basi, Rosulullah mengundang si pemilik kurma untuk bertemu dengan Beliau. Kemudian Rosulullah berkata “Bolehkan jika aku memintamu untuk menjual pohon kurma milikmu itu? Aku akan membelinya 10x lipat jika kamu bersedia.

Pohonnya terbuat dari batu zamrud yang berwarna biru, disiramnya dengan emas merah, tangkainya terbuat dari mutiara putih, dan disitu tersedia bidadari yang cantik jelilta yang berjumlah sesuai dengan jumlah buah kurma yang ada.” Begitulah sekiranya tawaran Baginda Rosulullah SAW.

Tiba-tiba sajja Abu Bakar As-Shidiq RA datang. Kemudian Beliau berkata “Ya sudah kalau begitu aku beli dengan harga sepuluh kali lipat dari pohon kurma milik pak fulan yang variannya tidak ada dikota ini (Pohon Berkualitas Baik).”

Tanpa berfikir panjang, si munafik kegirangan. seraya berkata: “Ya sudah saya akan jual pohon itu.”

Abu Bakarpun berkata “OK. Saya beli.” Setelah transaksinya selesai, Abu Bakar langsung memberikan pohon kurma tersebut kepada Abu Dujanah.

Rosulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Bakar, Akulah yang akan menanggung gantinya untukmu.”

Abu Bakar sangat senang mendengar sabda Rosulullah SAW ini. Begitupun dengan Abu Dujanah. Sedangkan si munafik tadi  pulang menemui istrinya.

Tak lama kemudian si munafik menceritakan semua yang terjadi kepada sang istri. “Aku telah mendapatkan banyak uang hari ini. Aku telah mendapat sepuluh kurma yang lebih bagus. Sementara kurma yang tadi aku jual akan tetap berada dipekarangan rumahku, dan aku yang akan memakannnya terlebih dahulu dan aku tidak akan pernah membagikannya kepada tetanggaku sedikitpun.”

Hingga tiba pada malam hari, ketika si munafik sedang tertidur dan terbangun dipagi hari, tiba-tiba pohon kurma yang ia miliki berpindah posisi jadi di atas tanah Abu Dujanah. Semenjak itu pohon kurma tersebut tak pernah terlihat berada dihalaman rumah si munafik tadi, hingga membuat ia sangat keheranan.

Dari kisah tersebut, kita bisa mengambil pelajaran bahwa betapa hati-hatinya sahabat Rosulullah tersebut (Abu Dujanah) dlam menjaga diri dan keluarganya dari makanan yang haram.

Bagaimanapun kondisinya, sesulit apapun, seberat apapun hidup, seseorang tidak boleh memberikan makanan kepada dirinya sendiri atau untuk keluarganya dengan barang yang haram.

Setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT 10x lipat sebagaimana janji Rosulullah SAW.

KIsah di atas daiambil dari kitab I’anatuth Thalibin (Beirut, Lebanon, cet I, 1997, juz 3, halaman 293) Karya Abu Bakar bin Muhammad Syatha ad Dimyatiy (w. 1302 H). (Ahmad Mundzir)

Mungkin itulah beberapa kisah sahabat Rosulullah SAW yang sangat patut untuk dijadikan panutan untuk kita semua. Mari kita lindungi diri kita serta kelularga kita sendiri dari barang yang haram.

Untuk konten-konten islami lainya, kalian bisa mengunjungi websitenya Mas Alhadi Ibrahim.

Terimakasih karena telah membaca artikel di webisite kami, salam hangat dari dosendigital.com

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *